menu

Mau Jadi Contributor di shutterstock klik disini

Wednesday, March 24, 2021

Kisah sukses Jamu Jago sejak 1918

Print Ad, 90 tahun Jamu Jago, "Berbagi Rahasia Hidup Sehat" dan print Ad ucapan terimakasih pembukaan acara Pekan Produk Budaya Indonsia 2008

Sesungguhnya alam telah menyediakan tumbuh-tumbuhan dengan jumlah dan jenis yang berlimpah untuk memelihara kesehatan manusia. Kita tinggal mempelajari khasiatnya dan meramunya secara tepat untuk memperoleh manfaat terbaik bagi kesehatan 

Dimulai dari tahun 1918

Di desa Wonogiri, Jawa Tengah, seorang pemuda bernama T.K. Suprana membuat ramuan tradisional dari tanaman berkhasiat yang populer de- ngan sebutan “jamu” dalam bentuk serbuk. Ramuan jamu berbentuk ser- buk tersebut merupakan pelopor produk industri jamu yang kemudian diberi nama Djamoe Djago. Dengan dukungan manajemen pemasaran yang cukup agresif saat itu, penjualan produk Djamoe Djago merambah sampai ke Solo hingga ke seluruh pulau Jawa.


1936
Di saat pemasaran Djamoe Djago telah berkembang ke berbagai pelosok Nusantara, secara mendadak T.K. Suprana mengundurkan diri dari kegiatan perusahaan, bahkan dari se- luruh kegiatan duniawi. Kemudian T.K. Supra- na menyerahkan kepemimpinan perusahaan kepada keempat puteranya, yaitu, Anwar Su- prana, Panji Suprana, Lambang Suprana dan Bambang Suprana.

Setelah proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada 1945, secara bertahap pusat kegiatan Djamoe Djago dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis di bagian tengah pantai utara pulau Jawa, yakni kota Sema- rang. Di bawah kepemimpinan Generasi II, Djamu Djago berkembang pesat. Jenis produk berkembang menjadi lebih dari seratus, dengan produk-produk ung- gulan seperti Pegal Linu, Galian Puteri, Kuat Lelaki, Tujuh Angin, Tolak Angin, SariRapat, Sekhot, Seklov, dan lain-lain yang diolah dan diproduksi menggunakan mesin-mesin modern. Pada tahun 1962 Djamu Djago merupakan perusahaan jamu pertama yang mendirikan anak perusahaan yang khusus memproduksi obat farmasi dengan nama DEGEPHARM.

1978
Secara bertahap alih-kepemimpinan kepada Generasi III terlaksana dengan mulus. Para tokoh penerus ini adalah : Jaya Suprana, Sindu Anwar Suprana, Monika Suprana, Nugraha Suprana, Suryohadiwinoto, dan Sena Karjadi. Beberapa catatan prestasi Generasi III ini antara lain : Pendirian Pusat Industri Jamu Jago di Srondol yang dilengkapi Museum Jamu Jago;
MURI (Museum Rekor - Dunia Indonesia); Pusat Litbang Laboratorium Jamu Jago yang menciptakan mahakarya produk-produk inovatif seperti jamu Buyung-Upik, Basmingin, Purwoceng, B-Krim, Sayuri, Esha Plus, Bandrex, Selasih, Lulur Ca- maline. Pada periode ini juga dibentuk Jago Foundation yang menjabarkan tang- gungjawab sosial perusahaan melalui beragam kegiatan pengabdian di bidang kemanusiaan, kesenian, olahraga dan pendidikan. Di segi promosi dan pema- saran juga dilakukan terobosan dengan menampilkan produk-produk Jamu Jago di arena pameran dagang di Jerman, Belanda, USA, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia dll. Demikian pula dalam hal kualitas Jamu Jago memperoleh berbagai penghargaan internasional, yaitu, Gold Medal dari International Institute de la Qualite, Trade Leader’s Club dan lain-lain. Jamu Jago juga merupakan perusa- haan jamu pertama yang resmi memperoleh ijin ekspor dari Departemen Ke- sehatan Jepang. Sebagai upaya mendukung kemandirian jamu di negeri sendiri, Litbang Jamu Jago atas bimbingan Kementerian Riset dan Teknologi RI menyusun rancangan Sekolah Tinggi Jamu untuk mendidik para peramu dan pengobat jamu profesional.


2008
Kini, memasuki usia 90 tahun, Kelompok Usaha Jamu Jago telah memproduksi jamu, obat fitofarmaka dan farmasi, kosmetik, dan minuman kesehatan. Untuk menjawab tantangan masa depan, kepemimpinan diestafetkan kepada kerabat-kerja profesional Generasi IV. Awal alih generasi ditandai dengan dinobatkannya Jamu Jago sebagai Jamu Pilihan Resmi Keraton Surakarta Hadiningrat. Generasi IV terdiri dari Griyo Surjono, Eva Retnowulan, Soelistyowati, Fanny Diyanti, Andoyo Liem, Lanny Kristiani, Ninik Rahayu, Lily Budirahardjo, Arya Suprana, dan Ivana Suprana.
Jago-jago muda ini bergandeng tangan, bersatu-padu terus-menerus melakukan inovasi dan pengembangan manajemen produksi, pemasaran, keuangan, sistem informasi dan SDM. Didorong gelora semangat Kebangkitan Nasional, jago-jago muda bertekad kuat untuk senantiasa menjunjung tinggi harkat dan martabat jamu sebagai pemeran utama pelayanan kesehatan bangsa Indonesia. 

Copy by Bambang Waluyo (pak Bawal)

http://www.jago.co.id/





My portfolio

https://stock.adobe.com/contributor/205727177/Jatmika%20Jati

Bisa di download di Canstock

Dephositphoto